Articles by "Thailand"

Tampilkan postingan dengan label Thailand. Tampilkan semua postingan

Juragan Durian Thailand gelar sayembara berhadiah 10 Mobil, Uang 4.4M dan Putrinya

Seorang juragan durian asal Thailand baru-baru ini membuat heboh publik lantaran sayembara yang dilakukannya. Pria bernama Anont Rotthong ini menjadi viral usai menyatakan dirinya akan memberikan 10 mobil, sebuah rumah dan uang senilai 10 juta baht atau senilai Rp 4,4 miliar kepada pria yang ingin menikahi anaknya.

Dalam akun Facebook-nya, Anont mengunggah foto dirinya bersama anak perempuannya. Dia juga menggunggah fotonya dengan beberapa uang tunai dan tumpukan emas miliknya.

Anont adalah seorang pengusaha durian yang sangat sukses di Chumpjon, Thailand.
Anont Pengusaha Durian Asal Thailnd

Saat ini dirinya merasa sudah cukup tua, oleh karena itu tak hanya mencari calon suami untuk anaknya dia juga ingin ada seseorang yang mampu meneruskan usaha bisnis duriannya tersebut. Pada unggahannya tersebut dia juga menuliskan beberapa kriteria untuk calon menantunya tersebut:

  1. Tak perlu memiliki kulifikasi akademik yang tinggi; bisa membaca saja sudah cukup.
  2. Pekerja keras dan ambisius.
  3. Hemat.
  4. Cinta durian.

Awalnya, Kansita Rotthong, anak Anont mengira bahwa ayahnya bercanda. "Awalnya saya pikir ayah saya bercanda, tapi nampaknya dia benar-benar mencari menantu. Saya dan saudara-saudara saya tentu menghargai keputusannya," ujar Kansita.
Anont dan Putrinya

Unggahan Anont sontak saja mencuri perhatian publik bahkan hingga masuk ke media-media lokal. Tentu saja telah banyak kandidat yang mengajukan diri untuk menjadi pria beruntung yang dipilih oleh Anont untuk menjadi menantunya.

Baca Juga: 

Namun, belum diketahui apakah Anont telah menemukan kandidat yang sesuai dengan keinginan hatinya. Lantas apa kalian berminat untuk menjadi pria beruntung tersebut?

Watchara Nadee atau yang akrab disapa Kru Lek.

Menjadi seorang guru adalah tentang dedikasi untuk negeri dan berharap agar siswa didiknya yang memperoleh ilmu dari sang guru tersebut bisa menggunakannya sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi serta bisa dimanfaatkan dengan baik. Meski banyak guru yang mendapat apresiasi berkat jasa dan juga gaji yang cukup tinggi karena pekerjaannya tersebut. Namun masih ada guru yang menuai berbagai pujian dan juga iba dari para netizen.

Watchara Nadee atau yang biasa akrab disapa Kru Lek berasal dari Thailand ini harus menjalani hidup hari demi hari dengan tumor dipundaknya seberat 10 kg. Namun dengan kondisinya yang sangat memprihatin, tak menghalanginya untuk tetap terus mengajar dan beraktivitas keseharian.

Kru Lek sebenarnya sudah mengetahui keberadaan tumor ganas di pundaknya itu dua tahun yang lalu, namun ia tak terlalu memikirkan, dimana tumornya itu tidak nampak serius. Namun saat ketika tumornya sudah mulai parah dan membengkak semakin besar, barulah pada awal tahun di tahun lalu ia pergi cek ke rumah sakit

Hebatnya lagi di tengah penderitaan yang dialaminya itu, Watchara Nadee tetap dengan semangat berangkat pergi mengajar seperti hari-hari biasa di Sekolah Teknik Nakhorn Sawan, Thailand.

Watchara Nadee.
Dengan menjadi guru di salah satu sekolah teknik tersebut, Kru Lek pun mendapatkan asuransi kesehatan sebesar 100.000 baht atau sekitar Rp 38 juta setahun. Tentu kondisi ini membuat temannya, Monk Bhin merasa prihatin serta khawatir. Bagaimana tidak ? Karena biaya pengobatan penyakit Kru Lek sendiri sangat mahal dan tentu asuransi kesehatannya itu tidak cukup.

Baca Juga : Unik! Wanita Berhijab Makan Sabun Batangan

"Saya kira untuk menyembuhkan sakitnya itu membutuhkan biaya tiga sampai empat kali lipat dari asuransi yang didapatnya. Saat asuransi sudah mencapai batasnya, tentu dia hanya akan mendapatkan pengobatan umum seperti yang didapat warga paling miskin," terang Monk Bhin, temen Kru Lek.



Kru Lek sendiri tidak mau merepotkan orang lain terutama tak mau membuat ibunya yang kini berusia 74 tahun khawatir dan mengetahui terkait penyakitnya ini. Apalagi ibunya kini menderita lumpuh dan Kru Lek lah selama ini dan satu-satunya orang yang merawat sang ibunda tercinta. Maka dari itu, Kru Lek selama ini menutupi tumor di pundaknya dengan menggunakan syal agar tidak terlihat oleh ibunya.

Kata Kru Lek salah satu dari kekuatannya untuk menghadapi penyakit ini dan menjalani hidup ini ialah para muridnya. "Saya tak ingin merepotkan mereka semua. Para murid telah memberikan saya kekuatan untuk terus mengajar dan melanjutkan hidup seperti ini," ungkap Kru Lek dengan berlinang air mata.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.